Ketentuan penggunaan layanan FaithServer untuk VPS, RDP, Dedicated Server, Bare Metal Server, Reseller Program, dan layanan infrastruktur terkait.
Terakhir diperbarui: 29 Mei 2026Status: Berlaku untuk seluruh layanan aktif dan order baru
!
Penting untuk dibaca sebelum membeli.
Dengan melakukan order, pembayaran, aktivasi, renewal, atau menggunakan layanan FaithServer, Pengguna dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh Terms of Service ini.
01
Layanan bersifat unmanaged
Pengguna bertanggung jawab atas instalasi aplikasi, konfigurasi, keamanan, penggunaan, dan data di dalam server.
02
Zero tolerance abuse
Phishing, spam, portscan, malware, DDoS, brute force, fraud, dan abuse lain dapat menyebabkan suspend atau termination.
03
No Refund on active services
Tidak ada refund untuk service yang sudah aktif dengan alasan apa pun.
1) Definisi
FaithServer adalah penyedia layanan server dan infrastruktur digital.
Pengguna / Klien adalah individu, badan usaha, reseller, atau pihak lain yang menggunakan layanan FaithServer.
Layanan mencakup VPS, RDP, Dedicated Server, Bare Metal Server, add-on, IP tambahan, lisensi, program reseller, dan layanan pendukung terkait.
Reseller / Partner adalah Pengguna yang telah disetujui FaithServer untuk menjual kembali layanan kepada pelanggan akhir sesuai ketentuan yang berlaku.
End-user Reseller adalah pelanggan akhir milik Reseller/Partner yang menggunakan layanan FaithServer melalui Reseller/Partner tersebut.
Suspend adalah penghentian sementara akses terhadap layanan.
Restriction adalah pembatasan akses, port, network, fitur, atau fungsi tertentu pada layanan.
Termination adalah penghentian permanen layanan.
Provider / Upstream adalah data center, network provider, vendor, registrar, payment provider, atau pihak ketiga lain yang mendukung operasional layanan FaithServer.
2) Ruang Lingkup Layanan
FaithServer menyediakan layanan infrastruktur digital, termasuk namun tidak terbatas pada:
VPS atau Virtual Private Server
RDP atau Remote Desktop Protocol
Dedicated Server / Bare Metal Server
IP address, lisensi, add-on, dan layanan pendukung lainnya
Layanan diberikan sesuai paket, spesifikasi, lokasi, periode aktif, kebijakan provider, dan ketersediaan stok pada saat order diproses.
Service Type
3) Layanan Bersifat Unmanaged
Seluruh layanan FaithServer pada dasarnya diberikan dalam bentuk unmanaged service, kecuali terdapat perjanjian managed service terpisah secara tertulis.
Yang termasuk bantuan dari FaithServer
Aktivasi layanan sesuai paket yang dipesan.
Bantuan pengecekan apabila server tidak bisa diakses dari sisi network, power, hardware, atau panel.
Bantuan reboot, reinstall, rescue mode, atau pengecekan status server apabila fitur tersedia.
Eskalasi ke provider/upstream apabila terdapat indikasi gangguan dari sisi data center, network, atau hardware.
Yang menjadi tanggung jawab Pengguna
Instalasi dan konfigurasi aplikasi, website, bot, panel, VPN, proxy, mail server, database, atau software lainnya.
Keamanan server, firewall, password, update sistem, patch keamanan, dan hardening.
Kesalahan konfigurasi, service error, aplikasi crash, malware dari sisi pengguna, atau akses pihak ketiga.
Seluruh aktivitas yang terjadi di dalam server, baik dilakukan sendiri maupun oleh pihak lain yang diberikan akses.
FaithServer dapat membantu pengecekan dasar secara wajar, namun tidak berkewajiban memperbaiki error aplikasi, konfigurasi internal, script, bot, VPN, proxy, mail server, atau software pihak ketiga yang digunakan oleh Pengguna.
4) Pembentukan Perjanjian
Dengan melakukan pemesanan, pembayaran, aktivasi, renewal, atau penggunaan layanan FaithServer, Pengguna dianggap telah membaca, memahami, dan menyetujui seluruh Terms of Service ini beserta kebijakan lain yang terkait.
Penggunaan layanan juga tunduk pada kebijakan provider, upstream, data center, payment provider, serta peraturan hukum yang berlaku sesuai lokasi layanan digunakan.
Apabila terdapat perbedaan antara kebijakan FaithServer dan kebijakan provider/upstream, maka FaithServer berhak mengikuti ketentuan yang lebih ketat demi menjaga kepatuhan dan keberlangsungan layanan.
5) Kewajiban & Tanggung Jawab Pengguna
Pengguna bertanggung jawab penuh atas penggunaan layanan, termasuk namun tidak terbatas pada:
Seluruh aktivitas yang dilakukan di dalam server.
Keamanan akun, akses login, password, private key, token, API key, dan data.
Konten, aplikasi, script, bot, layanan, trafik, koneksi, dan konfigurasi yang berjalan di server.
Port, service, proxy, VPN, mail server, panel, database, endpoint, atau akses publik yang dibuka pada server.
Kepatuhan terhadap hukum yang berlaku, Terms of Service FaithServer, dan kebijakan provider/upstream.
Segala risiko yang muncul akibat memberikan akses server kepada pihak lain, termasuk pembeli kedua, customer reseller, partner, staff, atau pihak ketiga lainnya.
Pengguna wajib menggunakan password yang kuat dan menjaga kerahasiaan kredensial.
Pengguna wajib melakukan update sistem, patch keamanan, dan hardening seperlunya.
Pengguna wajib memastikan server tidak digunakan untuk aktivitas ilegal, abuse, spam, scan, brute force, malware, atau aktivitas merugikan pihak lain.
Apabila layanan digunakan oleh pihak lain melalui sistem reseller, maka pemilik akun/order tetap bertanggung jawab penuh atas penggunaan layanan tersebut.
FaithServer tidak bertanggung jawab atas kerugian akibat kesalahan konfigurasi, kelalaian pengamanan, penyalahgunaan server, kompromi sistem, penggunaan oleh pihak ketiga, atau aktivitas yang terjadi di sisi Pengguna.
Reseller Terms
6) Ketentuan Reseller / Penjualan Kembali
FaithServer memperbolehkan layanan tertentu untuk dijual kembali oleh Reseller/Partner yang telah disetujui. Ketentuan ini mengatur tanggung jawab reseller dalam penggunaan, penjualan kembali, support, dan penanganan pelanggan akhir.
Program reseller hanya diperuntukkan untuk aktivitas penjualan kembali layanan kepada pelanggan akhir, bukan semata-mata untuk penggunaan pribadi atau personal use.
FaithServer berhak meminta bukti aktivitas bisnis, seperti website, landing page, toko online, marketplace, social media bisnis, atau bukti penjualan layanan VPS, RDP, Dedicated Server, Bare Metal, hosting, VPN, bot server, atau layanan digital terkait.
FaithServer berhak menolak, menunda, meninjau ulang, atau mencabut status reseller apabila penggunaan layanan tidak sesuai tujuan program reseller, tidak memenuhi syarat, atau menimbulkan risiko operasional.
Reseller bertanggung jawab memberikan support awal kepada pelanggan masing-masing. FaithServer tidak berkewajiban menangani komunikasi langsung, dispute, refund, atau permintaan teknis dari end-user reseller apabila order utama berada atas nama reseller.
Reseller wajib memastikan pelanggan akhirnya memahami dan mematuhi Terms of Service FaithServer, Acceptable Use Policy, serta kebijakan provider/upstream yang berlaku.
Seluruh aktivitas, abuse, komplain, tagihan, dispute, dan risiko yang timbul dari end-user reseller tetap menjadi tanggung jawab pemilik akun/order utama di FaithServer.
Jika terdapat laporan abuse dari end-user reseller, Reseller wajib merespons, membantu investigasi, menghubungi pelanggan terkait, menghentikan aktivitas bermasalah, dan memastikan kejadian serupa tidak berulang.
Apabila reseller tidak kooperatif, tidak merespons abuse, memiliki riwayat abuse tinggi, melakukan fraud, atau melanggar Terms of Service, FaithServer berhak melakukan suspend, termination, penolakan order baru, atau pencabutan status reseller.
Penjualan kembali layanan tidak mengalihkan tanggung jawab dari pemilik akun/order utama. Setiap pelanggaran oleh pelanggan akhir reseller tetap dianggap sebagai pelanggaran oleh reseller/pemilik akun utama.
Acceptable Use Policy
7) Abuse Policy & Aktivitas Terlarang
FaithServer menerapkan kebijakan serius terhadap abuse. Pengguna dilarang melakukan, mencoba melakukan, memfasilitasi, menyimpan, menjalankan, mengizinkan, atau membiarkan layanan digunakan untuk aktivitas yang melanggar hukum, merugikan pihak lain, mengganggu jaringan, atau melanggar kebijakan provider/upstream.
Zero tolerance abuse:
laporan abuse yang valid dapat menyebabkan suspend, restriction, null route, termination permanen, penghapusan data, penolakan layanan di masa mendatang, atau tindakan lain yang diperlukan.
7.1 Portscan, Netscan, dan Reconnaissance
Port scanning, netscan, vulnerability scanning, mass scanning, atau probing tanpa izin tertulis.
Scanning IP publik, website, server, network, SSH, RDP, panel, database, atau service pihak lain.
Penggunaan tools seperti scanner, brute checker, exploit checker, atau tools sejenis untuk aktivitas tidak sah.
7.2 Spam, Mail Abuse, dan Blacklist
Pengiriman spam, bulk mail tanpa izin, mail bomber, unsolicited newsletter, atau email promosi tanpa consent.
SMTP abuse, open relay, spoofing, phishing email, credential harvesting, atau penyalahgunaan mail server.
Aktivitas yang menyebabkan IP masuk blacklist, DNSBL, RBL, reputation database, atau platform anti-abuse pihak ketiga.
7.3 Phishing, Scam, dan Fraud
Situs phishing, halaman login palsu, clone website, fake payment page, fake marketplace, atau halaman penipuan.
Carding, fraud, account takeover, credential theft, fake verification, atau aktivitas kriminal digital lainnya.
Hosting file, script, panel, bot, atau landing page yang digunakan untuk penipuan.
7.4 Malware dan Konten Berbahaya
Malware, virus, trojan, ransomware, backdoor, botnet, stealer, dropper, loader, worm, atau file berbahaya lain.
Script otomatis yang digunakan untuk abuse, credential stuffing, spam, flood, atau serangan digital.
7.5 DDoS, Flood, dan Network Abuse
Melakukan, mencoba, membantu, atau memfasilitasi serangan DDoS, DoS, UDP flood, TCP flood, HTTP flood, atau serangan jaringan lainnya.
Menggunakan server sebagai source, relay, amplifier, reflector, bot, proxy abuse, atau bagian dari serangan.
Aktivitas yang mengganggu stabilitas jaringan, reputasi IP, reputasi ASN, atau layanan pengguna lain.
7.6 Brute Force dan Unauthorized Access
Brute force SSH, RDP, FTP, SMTP, cPanel, WordPress, database, panel admin, atau service lain.
Credential stuffing, password spraying, login checker, account checker, atau percobaan akses tidak sah.
Eksploitasi celah keamanan, upload shell, privilege escalation, atau percobaan mengambil alih sistem pihak lain.
7.7 Proxy, VPN, Tunneling, dan Traffic Abuse
Penggunaan proxy, VPN, tunnel, bot traffic, scraping, automation, atau traffic forwarding yang melanggar hukum atau kebijakan pihak ketiga.
Penggunaan layanan untuk bypass restriction, spam platform, fake traffic, click fraud, mass account registration, atau aktivitas manipulatif.
Open proxy, open resolver, open relay, atau service terbuka lain yang menyebabkan abuse.
7.8 Crypto Mining dan Resource Abuse
Crypto mining pada layanan yang tidak mengizinkan mining atau melanggar kebijakan provider/upstream.
Penyalahgunaan CPU, RAM, disk, I/O, network, atau resource lain secara berlebihan yang mengganggu node, jaringan, atau layanan lain.
Menjalankan workload yang tidak sesuai dengan jenis layanan atau menyebabkan degradasi layanan secara tidak wajar.
7.9 Konten Ilegal dan Pelanggaran Hak
Konten ilegal, konten terlarang, konten eksploitasi, atau konten yang melanggar hukum setempat.
Pelanggaran hak cipta, merek dagang, software bajakan, crack, keygen, leaked database, atau file yang melanggar hak pihak lain.
Konten yang dilarang oleh provider/upstream, data center, atau otoritas berwenang.
7.10 Reseller dan Penggunaan oleh Pihak Ketiga
Apabila layanan digunakan kembali, disewakan, dijual ulang, atau diberikan kepada end-user, maka seluruh aktivitas, pelanggaran, abuse, komplain, tagihan, dan risiko yang timbul tetap menjadi tanggung jawab pemilik akun/order utama di FaithServer.
FaithServer tidak berkewajiban menangani komunikasi, support, dispute, atau permintaan langsung dari end-user pihak reseller apabila order utama bukan atas nama end-user tersebut.
Service transfer antar akun, pemindahan kepemilikan layanan, atau pengalihan layanan dari satu akun FaithServer ke akun lain bersifat strictly prohibited dan tidak dapat dilakukan, kecuali dinyatakan berbeda secara tertulis oleh FaithServer.
Setiap abuse atau pelanggaran yang dilakukan oleh end-user reseller tetap dianggap sebagai pelanggaran oleh pemilik akun/order utama dan dapat menyebabkan suspend, restriction, null route, termination, penolakan order baru, atau pencabutan status reseller.
Penanganan Laporan Abuse
Pengguna wajib segera merespons laporan abuse, permintaan klarifikasi, atau instruksi mitigasi dari FaithServer.
FaithServer berhak meminta bukti penyelesaian, screenshot, log, hasil pengecekan, atau klarifikasi teknis apabila diperlukan.
Apabila laporan abuse tidak direspons, tidak diselesaikan, berulang, atau dinilai berisiko tinggi, layanan dapat langsung disuspend atau diterminate.
Untuk abuse berat seperti phishing, malware, spam massal, DDoS, portscan, botnet, fraud, atau permintaan langsung dari provider/upstream, termination dapat dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya.
FaithServer berhak menolak order baru atau renewal dari Pengguna yang memiliki riwayat abuse tinggi, chargeback, fraud, atau pelanggaran kebijakan.
8) Billing, Renewal, dan Pembayaran
Pembayaran layanan wajib dilakukan sebelum tanggal jatuh tempo.
FaithServer berhak melakukan suspend otomatis terhadap layanan yang melewati jatuh tempo.
Perpanjangan layanan mengikuti ketentuan paket, periode, stok, lokasi, dan harga yang berlaku pada layanan terkait.
Promo, harga khusus, diskon, trial, atau penawaran tertentu dapat memiliki syarat perpanjangan yang berbeda.
FaithServer berhak menyesuaikan harga, fitur, spesifikasi, lokasi, biaya setup, atau kebijakan renewal sesuai perubahan biaya provider/upstream.
Invoice yang tidak dibayar dapat dibatalkan secara otomatis oleh sistem.
Layanan yang tidak diperpanjang dapat disuspend, diterminate, dan datanya dapat dihapus permanen setelah melewati masa tenggang.
Refund Policy
9) Refund Policy
Semua layanan digital/infrastruktur yang telah aktif, telah diproses, atau telah disediakan bersifat non-refundable, kecuali terdapat kesalahan dari sisi FaithServer dan dinyatakan memenuhi syarat refund secara tertulis.
Refund tidak berlaku untuk kondisi berikut:
IP address masuk blacklist, terdeteksi buruk reputasinya, terkena DNSBL/RBL, diblokir website tertentu, dibatasi platform tertentu, atau ditolak oleh layanan pihak ketiga.
Permintaan pergantian IP dengan alasan apa pun, termasuk blacklist, reputasi IP, kebutuhan platform tertentu, salah penggunaan, blokir pihak ketiga, preferensi pribadi, atau kebutuhan teknis dari sisi Pengguna.
Kesalahan konfigurasi server, firewall, DNS, aplikasi, website, VPN, proxy, mail server, database, bot, script, atau software lain dari sisi Pengguna.
Layanan tidak sesuai kebutuhan pribadi Pengguna setelah layanan aktif, termasuk salah order, berubah kebutuhan, salah memilih paket, salah memilih lokasi, atau tidak memahami cara penggunaan.
Penggunaan layanan yang menyebabkan abuse, laporan pelanggaran, suspend, restriction, null route, blacklist, atau termination.
Kerusakan, kehilangan data, gagal login, terkena malware, compromised server, brute force, atau akses pihak ketiga akibat kelalaian pengamanan dari sisi Pengguna.
Kendala pada aplikasi pihak ketiga, platform pihak ketiga, website pihak ketiga, game, VPN provider, payment platform, marketplace, social media, atau sistem eksternal di luar kontrol FaithServer.
Ketidakcocokan software, OS, lisensi, driver, aplikasi, panel, atau workload dengan layanan yang dipilih.
Keterlambatan respon dari Pengguna dalam menangani abuse, verifikasi, atau permintaan klarifikasi.
Klaim refund, dispute, atau komplain yang berasal dari pelanggan/end-user reseller kepada reseller.
Layanan yang sudah digunakan, sudah aktif, sudah dikirim detail login, sudah dilakukan reinstall, sudah dilakukan custom setup, atau sudah melewati proses provisioning.
FaithServer tidak melakukan pergantian IP dengan alasan apa pun, termasuk namun tidak terbatas pada IP blacklist, reputasi IP, blokir pada website/platform tertentu, kebutuhan verifikasi platform, preferensi lokasi/routing, aktivitas sebelumnya yang tidak berada dalam kontrol FaithServer, atau aktivitas yang terjadi setelah layanan aktif. FaithServer juga tidak berkewajiban memberikan penggantian server, kompensasi, atau refund atas kondisi tersebut.
Dispute, chargeback, payment reversal, atau pembatalan pembayaran sepihak tanpa penyelesaian terlebih dahulu dengan FaithServer dapat menyebabkan suspend seluruh layanan, termination, pemblokiran akun, dan penolakan layanan di masa mendatang.
IP Address Policy
10) Kebijakan IP Address
IP address yang diberikan pada layanan bersifat melekat pada layanan/server terkait dan tidak dapat dipilih, ditukar, dipindahkan, atau diganti berdasarkan permintaan Pengguna, kecuali terdapat kebijakan teknis khusus dari FaithServer atau provider/upstream.
Tidak ada pergantian IP:
FaithServer tidak akan melakukan pergantian IP dengan alasan apa pun, termasuk blacklist, reputasi IP, blokir platform/website tertentu, kebutuhan verifikasi, kebutuhan aplikasi, preferensi pribadi, routing, geolocation database, atau alasan teknis dari sisi Pengguna.
Pengguna wajib menjaga reputasi IP sejak layanan aktif.
IP blacklist, DNSBL/RBL, reputasi buruk, blokir platform, atau pembatasan dari layanan pihak ketiga bukan dasar untuk refund, kompensasi, atau pergantian IP.
FaithServer tidak menjamin IP dapat digunakan pada seluruh website, platform, marketplace, payment gateway, game, VPN provider, social media, atau layanan pihak ketiga lainnya.
Apabila terdapat add-on IP tambahan, penggunaannya tetap tunduk pada kebijakan paket, ketersediaan stok, biaya, provider/upstream, dan Terms of Service ini.
Penyalahgunaan IP, spam, abuse, portscan, phishing, malware, blacklist, atau aktivitas berisiko dapat menyebabkan suspend, null route, termination, dan penolakan layanan lanjutan.
11) Suspend, Restriction, Null Route, dan Termination
Untuk menjaga keamanan jaringan, kepatuhan, reputasi IP, reputasi ASN, stabilitas layanan, serta hubungan dengan provider/upstream, FaithServer berhak mengambil tindakan teknis maupun administratif apabila diperlukan.
Suspend sementara layanan
Pembatasan akses atau port
Null route IP
Isolasi server
Termination permanen
Penghapusan data
Penolakan renewal
Penolakan order baru
Pencabutan status reseller
Suspend, restriction, atau null route dapat dilakukan tanpa notifikasi sebelumnya apabila diperlukan untuk mitigasi abuse atau keamanan jaringan.
Termination final dapat dilakukan berdasarkan kebijakan internal FaithServer, permintaan provider/upstream, laporan abuse, perintah otoritas, atau pelanggaran ToS.
Data pada layanan yang diterminate dapat dihapus permanen dan tidak wajib dipulihkan.
FaithServer tidak bertanggung jawab atas kerugian yang timbul akibat suspend atau termination yang disebabkan pelanggaran Terms of Service.
12) Backup, Data, dan Retensi
Pengguna wajib memiliki backup independen atas data, konfigurasi, sistem, website, database, dan file penting yang digunakan.
FaithServer tidak menjamin backup otomatis, kecuali dinyatakan secara tertulis pada paket tertentu.
FaithServer tidak bertanggung jawab atas kehilangan data akibat kegagalan hardware, kesalahan konfigurasi, reinstall, reset OS, compromised server, suspend, termination, force majeure, atau kelalaian Pengguna.
Reinstall, rebuild, rescue, reset, atau termination dapat menyebabkan data hilang permanen.
Setelah layanan expired, tidak diperpanjang, atau diterminate, data dapat dihapus permanen tanpa kewajiban penyimpanan lanjutan.
13) Maintenance, Downtime, dan SLA
FaithServer berusaha menjaga ketersediaan layanan sebaik mungkin, namun tidak menjamin layanan selalu bebas dari downtime, gangguan, keterlambatan, packet loss, routing issue, atau interupsi.
Downtime dapat terjadi karena maintenance terjadwal, maintenance darurat, gangguan jaringan, kegagalan hardware/software, serangan siber, abuse mitigation, atau faktor di luar kendali FaithServer.
Maintenance darurat dapat dilakukan tanpa pemberitahuan sebelumnya apabila diperlukan.
Kecuali dinyatakan secara tertulis dalam SLA terpisah, seluruh layanan diberikan atas dasar best effort.
Kompensasi downtime, apabila tersedia, mengikuti kebijakan paket, provider/upstream, dan evaluasi internal FaithServer.
14) KYC, Compliance, dan Abuse Handling
FaithServer pada prinsipnya tidak mewajibkan verifikasi identitas untuk seluruh pelanggan. Namun, FaithServer berhak meminta verifikasi identitas, dokumen pendukung, bukti penggunaan sah, bukti aktivitas bisnis reseller, atau klarifikasi tambahan apabila terdapat pengajuan reseller, indikasi penyalahgunaan layanan, laporan abuse, transaksi mencurigakan, kebutuhan mitigasi risiko, kewajiban kepatuhan, atau permintaan dari pihak berwenang.
Pengguna wajib segera merespons, memberikan klarifikasi, dan mengambil tindakan yang diperlukan apabila terdapat laporan abuse, notifikasi pelanggaran, permintaan verifikasi, permintaan mitigasi, atau permintaan klarifikasi yang berkaitan dengan layanan yang digunakan.
Pengguna wajib menangani laporan abuse dalam waktu yang wajar atau sesuai tenggat waktu yang diberikan.
Pengguna wajib bekerja sama selama proses investigasi, mitigasi, atau permintaan klarifikasi berlangsung.
FaithServer berhak meminta Pengguna menghentikan service tertentu, menutup port tertentu, menghapus file tertentu, mengamankan server, atau melakukan tindakan teknis lain.
Jika Pengguna gagal merespons, mengabaikan, menolak bekerja sama, atau tidak menyelesaikan laporan abuse, FaithServer berhak melakukan suspend atau termination terhadap layanan terkait.
Jika Pengguna tidak dapat memenuhi permintaan verifikasi, klarifikasi, atau penanganan abuse dalam waktu yang wajar, FaithServer berhak melakukan pembatasan layanan, suspend, termination, atau penolakan layanan lanjutan.
15) Hak Kekayaan Intelektual / Copyright Complaints
Pengguna bertanggung jawab penuh atas seluruh konten, file, aplikasi, data, dan aktivitas yang disimpan, dijalankan, atau didistribusikan melalui layanan FaithServer.
Pengguna dilarang menggunakan layanan untuk konten yang melanggar hak cipta, merek dagang, lisensi software, atau hak pihak ketiga lainnya.
FaithServer berhak menindaklanjuti laporan pelanggaran hak cipta, termasuk dengan meminta klarifikasi, membatasi akses, suspend sementara, atau termination layanan bila diperlukan.
FaithServer dapat meminta bukti hak penggunaan, dokumen pendukung, atau penghapusan konten yang dilaporkan.
Apabila laporan berasal dari provider/upstream, data center, pemilik hak, atau otoritas berwenang, FaithServer berhak mengambil tindakan sesuai instruksi atau kebijakan yang berlaku.
16) Batasan Tanggung Jawab
FaithServer tidak bertanggung jawab atas kehilangan keuntungan, kehilangan data, gangguan bisnis, kehilangan akses, reputasi IP, reputasi domain, blokir pihak ketiga, atau kerugian tidak langsung lainnya.
FaithServer tidak bertanggung jawab atas kerusakan atau kerugian akibat penggunaan layanan yang tidak sesuai, kesalahan konfigurasi, kelalaian pengamanan, compromised server, atau tindakan pihak ketiga.
FaithServer tidak menjamin layanan cocok untuk seluruh kebutuhan Pengguna, aplikasi tertentu, platform tertentu, atau penggunaan tertentu.
FaithServer tidak bertanggung jawab atas klaim, refund, dispute, kerugian, atau komplain dari end-user reseller kepada Reseller/Partner.
Pengguna memahami bahwa sebagian layanan bergantung pada provider, upstream, data center, jaringan, hardware, software, routing, dan pihak ketiga lainnya.
Tanggung jawab FaithServer, apabila terbukti ada kesalahan dari sisi FaithServer, dibatasi maksimal sebesar biaya layanan terkait pada periode berjalan dan tidak mencakup kerugian tidak langsung.
17) Perubahan Layanan dan Ketentuan
FaithServer berhak mengubah, memperbarui, menyesuaikan, atau mengganti sebagian maupun seluruh isi Terms of Service, fitur layanan, harga, spesifikasi, lokasi, kebijakan reseller, kebijakan IP, kebijakan refund, kebijakan abuse, atau kebijakan operasional kapan saja.
Perubahan berlaku setelah dipublikasikan di website resmi FaithServer, client area, invoice, halaman produk, atau media resmi lainnya.
18) Hukum yang Berlaku
Terms of Service ini tunduk pada hukum Republik Indonesia.
Setiap sengketa diutamakan untuk diselesaikan secara musyawarah terlebih dahulu.
FaithServer berhak mengambil tindakan hukum atau administratif apabila terdapat fraud, abuse, chargeback tidak sah, ancaman, pemalsuan data, atau pelanggaran serius lainnya.
19) Kontak
Jika Anda memiliki pertanyaan terkait Terms of Service ini, silakan hubungi FaithServer melalui kontak resmi berikut: